Kisah Anjing, Aspa

KOTA JOGJA----Anjing milik Keng, Aspa, namanya. Nama anjing ini,  Keng beri ‘ASPA’ setelah dikasih dari temannya Ipou, namanya. Sebelumnya, anjing ini diberi nama MANIS. Anjing ini jika mau difoto Ia selalu bergaya, tentunya semua gaya foto yang menarik  Ia menunjukkannya, sebagaimana anda bisa lihat foto-foto anjing ini.
Anjing ini punya ceritanya sangat menarik, unik, dan keheranan. Apakah anda juga boleh tahu tentang kisah anjing ini? Tentu. Tapi anda akan lebih merasa, menarik dan lebih tahu ketika anda sanggupi membaca kisahnya  yang diceritakan dalam tulisan berikut ini. Saya yakin,  jamin100% mengenalnya. 

Anjing ini dibeli oleh temannya Ipou  dengan RP. 60.000,00 ke pada mas Jawa yang kebetulan punya anjing beranak, yang katanya sedang jual. Anjingnya masih umur satu minggu.  Ketika itu, Ipou bertemu dengan mas Jawa di rumahnya sekitar pukul 13.00 wib.“selamat sore pak, sambil matikan bunyi motor di sebelah halaman rumahnya”, kata salam Ipou akan mengawali ceritanya. 

Lalu Mas Jawa itu dengan lapang menerimanya sebagai tamu di rumahnya. Mas itu pun sediakan tempat ‘kursi dan meja’ di sebelah kanan pintu rumahnya.“sore juga mas..., mari mas.... Aku senang sekali. duduk di sini, ada tempat ini,  sahutnya. 
Setelahnya, mas Jawa itu sapa Ibunya di dalam kamar supaya putarkan kopi sambil mas Jawa itu sediakan roko jarumnya yang  ada di atas menjanya itu. “Ini rokonya, mas”, kata mas jawa itu.

 Ipou yang sudah lama duduk bersapa dengan mas Jawa itu sangat terhibur dengan kebaikan masnya yang terus sediakan kopi dan rokok bersama cerita-cerita   lucu yang membuat Ipou itu terus bersapa bersamanya. Selama bersapa,  mereka sudah berlalu dua jam, jelasnya sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB. 

Dari tadi, di sekitar mereka dua itu selalu ada  anjing besar kecil yang bermain-main. Ipou  itu sangat tertarik perhatiannya pada anjing-anjing itu. “Mas suka anjing ya. Kalau mau beli harganya Rp. 60.000,00 ”, tawar mas Jawa itu seakan dia tahu aksi Ipou yang seperti itu. 

Seakan Ipou itu terima penawaran mas Jawa itu, akhirnya setuju untuk mau beli anjing itu.“Ok Pak, saya beli satu ekor”, katanya. 

Tidak lama kemudian Ipou pamit pulang ke tempat tinggalnya bersama si anjing kecil itu.
Dari tempat tinggalnya ‘Kalasan’, sehari-harinya kalau sore Ipou kasih makan nasi campur susu dengan daging ayam. Hal itu, Ipou  biasakan pada anjing kecil itu. Maksudnya, supaya anjing itu bisa cepat besar. 

Pada suatu hari, Keng bersama teman Ipou itu pergi ke tempat tinggalnya  dari Aspa yang dekat Jalan Kusumanagera, Yogyakarta itu. Jaraknya, lumayan jauh banget, perkiraan 100 m dari tempat tinggal Keng. Mereka dua tiba di rumahnya, dari depan pintunya terdenggar ada suara anjing kecil dari dalam rumahnya itu.

 “Wah... teman punya anjing ada ya, dapat di mana itu?”, tanya Keng  menanggapi  aksi anjing kecil dalam kamar itu.  

Teman Ipou itu merespon ungkapan Keng dengan bahasa senang dan bergaya sombong atas memilikinya anjing kecil itu. ”Beli to... mass!, dunia ini uang,  mas...!, entah barang kecil. Saya beli di mas Jawa”, Jawab Ipou. 

Keng tidak manambahkan kata-kata lanjutan. Keng hanya terima perkataan teman dan tertawa saja. “Haaaaa, gitu ya, mas, gus!”, Serunya sambil menukas.
 Sudah berlalu semalam dengan berbagai kegiatan perkawanan dan kesetiaan di. Roko dan kopi hitam produk moanemani yang disediakan temannya  menjamin terhibur lumayan. 

Esok harinya,mereka bangun sore karena semalam bertahan mata sampai pagi subuh. Jam menunjukkan pukul 18.00 WIB. Mereka baru mulai bergerak untuk keluar rumah.  Keng tujunnya ke tempat tinggalnya, semntara teman Ipou  tujuannya  ingin bertemu dengan mas, orang Jawa yang dia biasanya kunjungi untuk bersapa dengannya. Mereka mulai mandi dan siapkan persiapan yang lain.  

Setelahnya, Keng tawar temannya  supaya anjing yang dia piara itu Keng bisa  bawah pulang. Umur ajingnya sudah dua minggu berjalan.  “Nogei, anjing kecil ini saya yang piara sudah, tawarannya.

Tapi, kelihatannya  temannya itu tidak mau kasih, tapi beruntungnya beberapa waku kemudian dia akan pulan ke papua, maka saat itu tidak ada orang yang akan menjaga si anjing kecil itu. Lantas, temannya itu menerima tawaran Keng  tadi.

 “Ok!  Nggak papa, nanti teman bawah, yang penting  piara baik. Kasih makan seperti yang saya biasakan di sini, seperti kasih makan nasi campur susu dengan daging ayam. Karena makanan lain Ia tidakan makan”, Jelasnya seakan dia tidak percaya dengan teman Keng. “Maksudnya supaya Ia cepat besar”, tambah dia. 

Akhirnya, anjing kecil itu Keng bawah ke tempat tinggalnya di ASPA. Dari tempatnya, Keng lakukan seperti sebelumnya teman katakan dalam cara piara anjing itu. Keng sudah piara memasuki umur anjingnya minggu ketiga. Memasuki minggu ke empat,  anjing ASPA  itu hilang entah ke mana tidak ada jejaknya, pada saat itu Keng  sempat ke luar dari ASPA.  

“Wah!  Anjing saya ke mana ni, atau ada orang bawah?”, Ungkap dengan ragu.
 Keng tanya teman lain juga bilang tidak tahu, malah kadang mereka yang lain  tanya  balik. Benar-benar anjing Keng hilang. Hampir dua minggu tidak datang-datang atau tidak ketemu-ketemu entah di mana. 

Pada suatu sore, sekitar pukul 15.00 WIB, saat itu, memasuki genap dua bulan,  Keng ingin jalan-jalan di lapangan miliran, tempat yang pada biasanya digunakan oleh mahasiswa/i IPMANAPANDODE JOGJA-SOLO Di DIY dalam rangka pencarian dana kepentingan organisasi mereka. Sebelumnya, sudah lama Keng  tidak sempat berkunjung  tempat tersebut karena mahasiswa/i dari ikatan tersebut  jarang kelihatan main bola voli. Keng  setiba, di miliran, Keng  sempat duduk-duduk di depan pos keamanan yang ada di pinggir jalan masuk yang dibangun oleh PEMDA Provinsi DIY itu sambil Keng  menikmati sprait yang sebelumnya  sempat beli di kiosnya nenek di pinggir jalan masuk di Lapangan Miliran itu. 

Tidak lama lagi, ada anjing berukuran sedang datang ke arah Keng dengan wajah yang terbuka. Keng diam memandang saja, dan dari dekatnya, anjing itu sangat senang melihat Keng dan menjilat-jilat kakinya. 

“Wah!  Kenapa anjing ini bisa datang di sini dan begitu senang sama saya”, tanya Keng dengan perasaan senang. 

Keng lihat baik-baik anjing itu, miripnya anjing  miliknya yang dulu hilang dari tempat tinggalnya itu. 

“Kalau sifat anjing,  biasanya dekati sama orang yang  sudah kenal. Ia datang di saya  dan terus bersama saya ini  tidak salah kalau anjing  ini yang dulu hilang, apalagi bodynya persis sama, Cuma ukurannya yang besar sedikit”, yakin Keng  dalam perasaan.  

Alhasil,  Ketika Keng pulang, anjing itupun  ikut sama Keng. Sekarang anjing tersebut tinggal  bersama  Keng di Aspa. 
 

Kisah Anjing, Aspa Kisah Anjing, Aspa Reviewed by Unknown on 06.11 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh epicurean. Diberdayakan oleh Blogger.